Aceh Timur – Deru mesin boat memecah hening Sungai Tamiang pagi itu. Di atasnya, 11 relawan Yayasan Geutayoe dan Save The Children menggenggam erat tali, menembus arus yang masih ganas sisa banjir. 25/04/2026
Tujuan mereka ke Desa Pante Kera, Rantau Panjang, Melidi Batu Sumbang di Kecamatan Simpang Jernih
Kami putuskan lewat sungai agar bantuan tidak tertunda. Ini komitmen kami memastikan hak dasar pengungsi, terutama anak-anak dan perempuan, tetap terpenuhi,” tutur Nasruddin, SE, Program Manager Yayasan Geutayoe, dengan jaket pelampung yang masih basah.
Mereka membawa amanah: *713 paket Hygiene Kits, 290 paket Household Kits, dan 271 paket BTS (Back to School) Kits*.
Untuk menyalurkan bantuan tim kami membutuhkan waktu selama 3 hari, dengan jumlah 8 personil Yayasan Geutayoe dan 3 personil Save The Children dengan menyusuri kampung ke kampung untuk menyerahkan bantuan secara langsung, dari tangan ke tangan dan didampingi oleh perangkat desa.
Warga setempat mengucapkan terima kasih kepada tim Yayasan Geutayoe dan Save The Children yang sudah mau bantu kami di pedalaman Aceh Timur. Tidak semua orang mau ke sini karena harus lewat sungai yang ekstrem, nyawa taruhannya. Tapi kalian datang,” ucapnya lirih, matanya berkaca-kaca.
Bagi warga Simpang Jernih, kedatangan relawan ini lebih dari sekadar bantuan logistik, Ini bukti mereka tidak sendirian.
Kegiatan ini merupakan bagian dari respons pasca bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh pada November tahun lalu.(*)





