Serbajadi, Aceh Timur – Luka akibat banjir bandang tahun lalu belum sepenuhnya kering di Kecamatan Serbajadi. Rumah-rumah masih berbekas lumpur, jalan masih berlubang, dan sebagian warga masih tidur beralaskan tikar seadanya. Di tengah kondisi itu, bantuan kembali datang menyapa.
Yayasan Getayoe bersama Save The Children menyalurkan 787 paket hygiene kit untuk warga korban banjir di enam desa: Lokop, Umah Taring, Sunti, Jreung, Loat, dan Bunin. Hal ini disampaikan Program Manager Yayasan Getanyoe, Nasruddin, kepada media ini.
“Ini kebutuhan dasar yang sering luput, padahal penting untuk menjaga kesehatan warga pasca bencana. Banyak dari mereka kehilangan seluruh isi rumah, termasuk barang-barang pribadi untuk mandi dan kebersihan diri,” ujar Nasruddin,SE
Satu paket hygiene kit yang dibagikan berisi handuk, pasta gigi, sabun mandi, sabun cuci, sikat gigi, sisir, gunting kuku, pembalut wanita, sampo, gelas, dan jerigen portable. Bagi warga yang rumahnya luluh lantak diterjang banjir, benda-benda itu bukan sekadar sabun dan sikat gigi. Itu adalah wujud kepedulian yang mengingatkan mereka bahwa mereka tidak sendiri.
Zulkarnaini, salah satu warga Desa Sunti, tidak bisa menyembunyikan rasa harunya saat menerima paket tersebut. Dengan suara bergetar ia bercerita bahwa sejak banjir, keluarganya mandi hanya pakai sabun colek seadanya yang dibagi-bagi dengan tetangga. “Anak saya sudah lama tidak pakai sampo. Istri saya juga bingung kalau datang bulan karena pembalut habis kebawa banjir. Bantuan ini kecil kelihatannya, tapi bagi kami sangat besar artinya,” ucapnya sambil memegang erat paket bantuan itu.
Bagi ibu-ibu di pengungsian, pembalut dan sisir adalah barang mewah. Bagi anak-anak, sikat gigi dan pasta gigi baru adalah alasan untuk kembali tersenyum lebar. Bagi para bapak, jeriken portable berarti air bersih bisa dibawa pulang tanpa harus bolak-balik ke sungai.
Nasruddin menambahkan, penyaluran bantuan ke Serbajadi bukan hal mudah. Medan yang berat dan akses yang masih terputus membuat tim relawan harus berjibaku selama berjam-jam. Namun semua itu terbayar saat melihat warga menyambut dengan mata berkaca-kaca.
“787 paket ini belum bisa menjangkau semua. Masih banyak desa lain di Aceh Timur yang menunggu. Tapi kami percaya, setitik bantuan yang tulus bisa menjaga harapan ,” tutupnya.(*)





