Warga Enam Desa di Pante Bidari Patungan Sewa Alat Berat, Zulkifli Aneuk Syuhada: Pemerintah Jangan Tutup Mata

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 15:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TIMUR — Masyarakat dari enam desa di Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, terpaksa patungan untuk menyewa alat berat guna membersihkan saluran irigasi yang tertimbun material banjir.

Enam desa tersebut yakni Buket Kareung, Seuneubok Saboh, Seuneubok Tuha, Alue Mirah, Pante Rambong, dan Pante Labu.

Langkah ini dilakukan secara swadaya karena hingga kini belum terlihat adanya penanganan dari pihak yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan irigasi sayap kanan.

Tokoh masyarakat, Zulkifli Aneuk Syuhada, menilai kondisi ini sebagai bentuk kelalaian pemerintah terhadap nasib petani.

“Ini sangat memprihatinkan. Masyarakat harus patungan untuk sewa alat berat, sementara irigasi itu jelas tanggung jawab pemerintah. Jangan sampai pemerintah tutup mata, tegas Zulkifli.

Ia menyebutkan, akibat saluran irigasi yang tertimbun, pasokan air ke areal persawahan terputus total, sehingga petani tidak bisa turun ke sawah untuk menanam padi pasca banjir.

Menurutnya, jika kondisi ini terus dibiarkan, maka akan berdampak langsung pada ketahanan ekonomi masyarakat desa yang selama ini bergantung pada sektor pertanian.

“Petani ini mau hidup dari mana kalau sawah tidak bisa digarap, Ini bukan soal kecil, ini soal keberlangsungan hidup masyarakat, lanjutnya.

Zulkifli juga mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dalam menangani dampak banjir, khususnya pada sektor pertanian di wilayah Kemukiman Blang Seunong.

“Entah karena tidak ada anggaran atau memang tidak ada kepedulian. Yang jelas, sampai hari ini masyarakat dibiarkan berjuang sendiri, katanya.

Ia menegaskan, seharusnya pemerintah memprioritaskan pembersihan saluran irigasi agar masyarakat bisa segera kembali bertani.

“Jangan tunggu kondisi semakin parah. Pemerintah harus segera turun tangan, bukan hanya melihat dari jauh, pungkasnya.

Masyarakat berharap adanya langkah cepat dan konkret dari pemerintah agar aktivitas pertanian dapat kembali berjalan normal pasca banjir.(*)

Berita Terkait

DIDUGA DIANIAYA OLEH OKNUM APH HINGGA TEWAS, KEMATIAN M. AL-Farizi di Laporkan Ke Polda Aceh
Irigasi Jambo Aye Mangkrak, Zulkifli Ingat kan Pemerintah Petani Pante Bidari Jangan Jadi Korban
Polda Aceh Serahkan DS, Tersangka Kasus Ujaran Kebencian ke Kejaksaan
Yayasan Geutayoe dan Save The Children Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk 5 Sekolah Terdampak Banjir di Peunaron, Aceh Timur
787 Paket Hygiene Kit dari Yayasan Getayoe dan Save The Children Jadi Penyeka Air Mata Korban Banjir Serbajadi
JKA Jangan “Dikorbankan”: Di Tengah Pemulihan Bencana, Kebijakan Pemerintah Aceh Dinilai Kehilangan Empati
Yayasan Geutanyoe dan Save The Children Pulihkan Senyum 479 Anak SD di Serbajadi
Abi Karimuddin Kembali Pimpin HUDA Peureulak Timur Periode 2026-2031
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 15:27 WIB

Warga Enam Desa di Pante Bidari Patungan Sewa Alat Berat, Zulkifli Aneuk Syuhada: Pemerintah Jangan Tutup Mata

Sabtu, 25 April 2026 - 11:49 WIB

DIDUGA DIANIAYA OLEH OKNUM APH HINGGA TEWAS, KEMATIAN M. AL-Farizi di Laporkan Ke Polda Aceh

Jumat, 24 April 2026 - 15:32 WIB

Irigasi Jambo Aye Mangkrak, Zulkifli Ingat kan Pemerintah Petani Pante Bidari Jangan Jadi Korban

Rabu, 22 April 2026 - 14:13 WIB

Polda Aceh Serahkan DS, Tersangka Kasus Ujaran Kebencian ke Kejaksaan

Selasa, 21 April 2026 - 18:47 WIB

Yayasan Geutayoe dan Save The Children Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk 5 Sekolah Terdampak Banjir di Peunaron, Aceh Timur

Berita Terbaru

Uncategorized

Babinsa Koramil 05/Linge Dampingi Warga Binaan Panen Cabai

Sabtu, 25 Apr 2026 - 15:24 WIB

Berita TNI Dan Polri

Berangkat dari Hobi, Helsgallery Tumbuh Jadi Brand Perhiasan Custom Berkelas

Sabtu, 25 Apr 2026 - 12:06 WIB