ACEH TIMUR — Suasana di Gampong Dama Pulo, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur, mendadak mencekam setelah warga melaporkan adanya suara letusan senjata api yang kemudian tersiar kabar seorang warga berinisial M. Alfarizi meninggal dunia.(25/04/2026).
Berdasarkan keterangan warga setempat, suara tembakan terdengar cukup jelas di sekitar permukiman. Tak lama berselang, kabar meninggalnya korban menyebar dan mengundang perhatian masyarakat.
Seorang warga berinisial N membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa beredar informasi di tengah masyarakat terkait dugaan adanya operasi penangkapan kasus narkotika di lokasi kejadian.
“Benar ada jenazah warga yang ditemukan. Kabar yang beredar ada penangkapan, dua orang diamankan dan satu orang meninggal dunia,” ujar N kepada awak media.
Pihak keluarga korban, yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, mengaku terkejut saat melihat kondisi jenazah di rumah sakit. Mereka menyebut terdapat sejumlah luka pada tubuh korban, meski belum ada keterangan resmi mengenai penyebab luka tersebut.
Sementara itu, aparat desa setempat saat dikonfirmasi membenarkan adanya suara tembakan dan penangkapan terhadap dua orang yang diduga terkait kasus narkotika. Namun, pihak desa belum dapat memberikan penjelasan rinci mengenai kronologi kejadian.
“Kami hanya mengetahui adanya suara tembakan dan melihat jenazah korban. Ada juga satu warga yang sudah diborgol di dekat lokasi,” ujar salah satu perangkat desa.
Menanggapi peristiwa ini, aktivis Hak Asasi Manusia, Razali alias Nyakli Maop dari Badan Advokasi Indonesia, meminta agar penanganan kasus dilakukan secara transparan dan akuntabel. Ia menekankan bahwa setiap tindakan penegakan hukum harus tetap mengedepankan prinsip-prinsip hukum dan HAM.
“Apapun status seseorang, proses hukum harus berjalan sesuai aturan. Tidak boleh ada tindakan di luar prosedur hukum,” ujarnya.
Ia juga mendorong aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh serta menyampaikan perkembangan kasus kepada publik secara terbuka guna menghindari spekulasi di masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi kejadian maupun penyebab pasti meninggalnya korban. Awak media masih berupaya mengonfirmasi hal tersebut kepada pihak berwenang.(*)





