Yayasan Geutanyoe dan Save The Children Pulihkan Senyum 479 Anak SD di Serbajadi

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serbajadi, Aceh Timur – Air mata yang kemarin tumpah karena kehilangan, hari ini berganti senyum yang pelan-pelan kembali mengembang. Sebanyak 479 anak sekolah dasar di Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur, menerima tas dan perlengkapan sekolah baru dari Yayasan Geutanyoe bersama Save The Children.

Bagi anak-anak ini, tas sekolah bukan sekadar wadah buku. Ia adalah tiket untuk kembali duduk di bangku kelas dengan kepala tegak. Banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh Timur beberapa waktu lalu tidak hanya menghanyutkan rumah dan harta benda. Arus deras itu juga merenggut buku tulis, seragam, dan tas mereka. Banyak yang akhirnya memilih diam di rumah, malu datang ke sekolah dengan tangan kosong.

“Bantuan ini kami berikan agar anak-anak korban banjir tetap bisa melanjutkan pendidikan mereka. Kami tidak ingin bencana merampas masa depan mereka,” kata Program Manager Yayasan Geutanyoe, Nasruddin, SE, Selasa (14/4/2026).

Setiap paket yang diserahkan berisi harapan kecil: tas sekolah, buku tulis, pensil, pulpen, penghapus, penggaris, peluit dan bola Barang-barang sederhana yang bagi sebagian orang mudah dibeli, tapi bagi anak-anak di pedalaman Serbajadi, itu adalah sesuatu yang sangat berharga saat ini.

Untuk sampai ke tangan mereka, tim relawan harus berjuang. melewati jalan rusak bahkan rawan lonsor untuk memcapai kesekolah mereka namun rasa “Capeknya hilang begitu melihat anak-anak berebut memeluk tas barunya. Ada yang langsung membukanya, mengusap sampul buku baru, dan tersenyum lebar. Di situ kami tahu, perjuangan ini sepadan,” ujar Nasruddin dengan suara bergetar.

Di balik angka 479, ada cerita yang sama: anak-anak yang rindu belajar. Saudah (45), ibu dari salah satu murid SDN Lokop, tidak kuasa menahan tangis saat anaknya menerima bantuan. “Sudah seminggu anak saya tidak mau sekolah. Dia bilang malu karena semua bukunya habis dibawa banjir. Tadi pagi dia bangun sendiri, pakai tas barunya, dan bilang, ‘Mak, aku mau sekolah’,” ceritanya sambil menyeka air mata.

Nasruddin mengakui, langkah ini baru awal. Dari 454 desa yang terdampak banjir di Aceh Timur, masih banyak anak di Kecamatan Pante Bidari, Rantau Peureulak, Indra Makmu, dan Banda Alam yang menanti uluran tangan serupa. “Kami tidak akan berhenti di sini. Pendidikan tidak boleh tenggelam oleh banjir,” tegasnya.

Hari ini, 479 anak di Serbajadi kembali punya alasan untuk datang ke sekolah. Mereka kembali punya mimpi yang bisa ditulis di buku tulis baru, dengan pensil baru, di dalam tas baru. Yayasan Geutanyoe berharap, semakin banyak hati yang tergerak untuk ikut menjaga mimpi itu tetap menyala.

Berita Terkait

DEMI ANAK-ANAK SIMPANG JERNIH, RELAWAN TEMPUH SUNGAI DERAS SALURKAN BANTUAN
Melarikan Diri dan Terjatuh ke Lereng saat Hendak Ditangkap, Seorang Pengedar Narkoba di Aceh Timur Meninggal Dunia
Warga Aceh Timur Meninggal, warga setempat dengar suara Tembakan, Aktivis HAM Desak Transparansi Penegakan Hukum
Warga Enam Desa di Pante Bidari Patungan Sewa Alat Berat, Zulkifli Aneuk Syuhada: Pemerintah Jangan Tutup Mata
DIDUGA DIANIAYA OLEH OKNUM APH HINGGA TEWAS, KEMATIAN M. AL-Farizi di Laporkan Ke Polda Aceh
Irigasi Jambo Aye Mangkrak, Zulkifli Ingat kan Pemerintah Petani Pante Bidari Jangan Jadi Korban
Polda Aceh Serahkan DS, Tersangka Kasus Ujaran Kebencian ke Kejaksaan
Yayasan Geutayoe dan Save The Children Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah untuk 5 Sekolah Terdampak Banjir di Peunaron, Aceh Timur
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 13:16 WIB

DEMI ANAK-ANAK SIMPANG JERNIH, RELAWAN TEMPUH SUNGAI DERAS SALURKAN BANTUAN

Minggu, 26 April 2026 - 08:35 WIB

Melarikan Diri dan Terjatuh ke Lereng saat Hendak Ditangkap, Seorang Pengedar Narkoba di Aceh Timur Meninggal Dunia

Sabtu, 25 April 2026 - 21:39 WIB

Warga Aceh Timur Meninggal, warga setempat dengar suara Tembakan, Aktivis HAM Desak Transparansi Penegakan Hukum

Sabtu, 25 April 2026 - 15:27 WIB

Warga Enam Desa di Pante Bidari Patungan Sewa Alat Berat, Zulkifli Aneuk Syuhada: Pemerintah Jangan Tutup Mata

Sabtu, 25 April 2026 - 11:49 WIB

DIDUGA DIANIAYA OLEH OKNUM APH HINGGA TEWAS, KEMATIAN M. AL-Farizi di Laporkan Ke Polda Aceh

Berita Terbaru

Uncategorized

Cegah Karhutla, Polres Aceh Tengah Gencarkan Patroli dan Edukasi Warga

Minggu, 26 Apr 2026 - 15:33 WIB