Kualitas Portofolio Terjaga, BRI Finance Catat NPF 2,23% per Februari 2026

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah meningkatnya perhatian industri pembiayaan terhadap risiko kredit, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) tetap mampu menjaga kualitas portofolio pembiayaannya secara solid. Hingga Februari 2026, Perusahaan mencatat rasio non-performing financing (NPF) sebesar 2,23%, berada dalam kisaran yang sehat dan sesuai dengan ketentuan regulator.

Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menyampaikan bahwa kinerja tersebut merupakan hasil dari konsistensi Perseroan dalam menerapkan prinsip kehati-hatian serta penguatan manajemen risiko secara berkelanjutan di seluruh proses bisnis. “Perusahaan memastikan bahwa setiap tahapan pembiayaan dilakukan secara terukur, mulai dari seleksi debitur, analisis kelayakan, hingga pemantauan kualitas portofolio secara berkala,” ujar Wahyudi.

Selain itu, Perusahaan juga terus memperkuat fungsi collection dan meningkatkan efektivitas monitoring pembayaran debitur. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari langkah mitigasi risiko untuk menjaga kualitas aset tetap terjaga di tengah dinamika eksternal.

Secara industri, Otoritas Jasa Keuangan mencatat adanya peningkatan rasio pembiayaan bermasalah dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut mendorong pelaku industri untuk memperkuat penerapan manajemen risiko serta lebih selektif dalam penyaluran pembiayaan.

“Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan pencadangan dan mendorong industri untuk lebih prudent dalam melakukan ekspansi, dengan tetap mengedepankan kualitas portofolio,” jelas Wahyudi.

Meskipun demikian, BRI Finance memandang bahwa peluang pertumbuhan tetap terbuka. Penyaluran pembiayaan pada awal tahun 2026 masih menunjukkan tren yang terjaga, dengan pendekatan yang lebih selektif dan mempertimbangkan profil risiko debitur serta kondisi daya beli masyarakat.

Hal ini sejalan dengan perkembangan industri yang masih mencatat aktivitas pembiayaan, didukung oleh perbaikan aktivitas ekonomi dan kinerja sektor otomotif. Dalam konteks tersebut, Perseroan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas aset.

“Dengan penerapan manajemen risiko yang disiplin serta penguatan fungsi monitoring dan collection, Perseroan optimistis dapat menjaga kinerja yang sehat dan berkelanjutan,” tutup Wahyudi.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Berita Terkait

Polres Maros Tegas Bantah Isu “Tangkap Lepas” Kasus Narkoba, Sebut Informasi Tidak Berdasar
Puncak Bogor Macet Sejak Minggu 19/04 Pagi, Polisi Terapkan Sistem Satu Arah Lebih Awal
Sering Mogok di Jalan, Kendaraan Tak Layak Hambat Lalu Lintas di Maros
Tokoh Adat dan Masyarakat Silat Hilir Apresiasi Pembongkaran Arena Judi Sabung Ayam
Dugaan Penyelewengan Dana Desa Rp190 Juta di Mangeloreng Mencuat
Kasus Hibah KONI Dihentikan, Rp130 Juta Dikembalikan, Kepercayaan Publik Dipertanyakan
Forwatu Banten Desak Kementerian PU-PR Hentikan PSN Karian DAM Serpong CONVEYANCE SYSTEM (DSCS), Minta Investigasi Kelalaian K3 Sebabkan Warga Meninggal Dunia
Kirim 5 Perwakilan CreatorHub, BRI Region 6 Semarakkan Bincang Santai Antar Region
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 10:43 WIB

Kualitas Portofolio Terjaga, BRI Finance Catat NPF 2,23% per Februari 2026

Minggu, 19 April 2026 - 13:47 WIB

Puncak Bogor Macet Sejak Minggu 19/04 Pagi, Polisi Terapkan Sistem Satu Arah Lebih Awal

Minggu, 19 April 2026 - 09:33 WIB

Sering Mogok di Jalan, Kendaraan Tak Layak Hambat Lalu Lintas di Maros

Sabtu, 18 April 2026 - 22:47 WIB

Tokoh Adat dan Masyarakat Silat Hilir Apresiasi Pembongkaran Arena Judi Sabung Ayam

Jumat, 17 April 2026 - 07:42 WIB

Dugaan Penyelewengan Dana Desa Rp190 Juta di Mangeloreng Mencuat

Berita Terbaru