Inflasi Melandai, OKI Jadi yang Terendah di Sumsel

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 08:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten OKI – Laju inflasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menunjukkan tren yang melandai. Pada Maret 2026, inflasi tahun ke tahun (year-on-year/y-on-y) tercatat sebesar 2,74 persen—terendah dibandingkan kabupaten/kota lain di Sumatera Selatan.

Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten OKI dalam forum Focus Group Discussion (FGD) monitoring perdagangan di Aula Rapat Kantor BPS OKI, Rabu (1/4) memperlihatkan capaian tersebut berada di bawah rata-rata inflasi Sumatera Selatan yang mencapai 3,09 persen.

Kepala BPS OKI, Muhammad Dedy mengatakan terkendalinya inflasi tidak lepas dari kontribusi sejumlah komoditas serta pengendalian harga yang relatif stabil.

“Inflasi year-on-year OKI sebesar 2,74 persen merupakan yang terendah di Sumatera Selatan. Ini menunjukkan tekanan harga relatif terkendali, meskipun beberapa komoditas seperti emas perhiasan dan tarif listrik masih memberikan andil inflasi yang cukup besar,” ujar Dedy.

Ia menjelaskan, kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi terbesar secara tahunan. Sementara itu, komoditas emas perhiasan dan tarif listrik menjadi pendorong utama kenaikan harga.

“Ke depan, kami melihat pentingnya menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan, terutama pada komoditas pangan bergejolak. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar inflasi tetap berada dalam rentang yang terkendali,” kata Dedy.

Di sisi lain, secara bulanan (month-to-month), inflasi OKI pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,36 persen. Angka ini menunjukkan tekanan harga yang relatif moderat, dengan beberapa komoditas pangan seperti daging ayam ras, bensin, dan ikan patin turut memberi andil.

Sekretaris Daerah OKI, Asmar Wijaya menilai capaian tersebut merupakan hasil sinergi pengendalian inflasi antara pemerintah daerah dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

“Capaian inflasi terendah di Sumatera Selatan ini menjadi indikator bahwa langkah pengendalian yang dilakukan berjalan efektif. Ke depan, stabilitas harga harus terus dijaga agar daya beli masyarakat tetap terpelihara,” ujarnya.

Menurutnya, berbagai inovasi daerah seperti optimalisasi distribusi pangan dan penguatan pasar murah akan terus diperkuat guna meredam gejolak harga, terutama pada komoditas strategis.

“Pemerintah daerah bersama TPID akan terus memperkuat langkah antisipatif, termasuk pemantauan harga secara berkala dan intervensi pasar bila diperlukan, sehingga fluktuasi harga tidak berdampak signifikan terhadap masyarakat,” ujar Asmar.

Meski demikian, BPS mengingatkan potensi tekanan inflasi tetap ada, terutama dari komoditas bergejolak dan kebijakan energi. Pemerintah daerah didorong untuk menjaga stabilitas harga melalui intervensi yang tepat sasaran, termasuk memperkuat ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi.

Dengan tren inflasi yang melandai, OKI dinilai berada pada jalur yang cukup terkendali dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah dinamika harga yang masih fluktuatif.

Berita Terkait

Rencana Aksi ke Telkom soal Kabel Semrawut Jadi Trending Topic, Forwatu Banten Ajak Semua Kader Ikut Serta Aksi
Terkait Dugaan Penolakan Pasien Rawat Inap di Puskesmas Kesehatan Pamandegan: Begini Penjelasannya
Regen Abdul Aris: Anggota DPRD Lebak:  Adakan Kegiatan Sunatan Masal Gratis
Honorarium Pengelola Keuangan Setda Kota Pagar Alam Rp.816 Juta Disorot, Dinilai Rawan dan Bebani APBD
Belanja Tidak Terduga Rp.2 Miliar Pemkot Pagar Alam Disorot, Minim Penjelasan dan Rawan Salah Penggunaan
Belanja Jaminan Kesehatan ASN Kota Pagar Alam Rp.9,38 Miliar Jadi Sorotan, Transparansi dan Validitas Data Dipertanyakan
Beasiswa Tugas Belajar S1 BKPSDM Kota Pagar Alam Rp.417 Juta Disorot, Diduga Rawan Penyimpangan dan Minim Transparansi
Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-1 Tingkat Gampong dalam Kecamatan Glumpang Baro Resmi ditutup
Berita ini 18 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:29 WIB

Rencana Aksi ke Telkom soal Kabel Semrawut Jadi Trending Topic, Forwatu Banten Ajak Semua Kader Ikut Serta Aksi

Senin, 18 Mei 2026 - 14:25 WIB

Terkait Dugaan Penolakan Pasien Rawat Inap di Puskesmas Kesehatan Pamandegan: Begini Penjelasannya

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:16 WIB

Regen Abdul Aris: Anggota DPRD Lebak:  Adakan Kegiatan Sunatan Masal Gratis

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:29 WIB

Honorarium Pengelola Keuangan Setda Kota Pagar Alam Rp.816 Juta Disorot, Dinilai Rawan dan Bebani APBD

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:13 WIB

Belanja Tidak Terduga Rp.2 Miliar Pemkot Pagar Alam Disorot, Minim Penjelasan dan Rawan Salah Penggunaan

Berita Terbaru

Uncategorized

Ciri-Ciri Orang Sukses di Usia Muda, Ternyata Bukan Soal Flexing

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:25 WIB

Uncategorized

Tren Cat Food Minim Pengawet Semakin Diminati di Indonesia

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:46 WIB