Tujuh Dokter Ramaikan Seleksi Perdana PPDS Anestesi RSUD Jayapura, Papua Cetak Spesialis Sendiri

- Jurnalis

Selasa, 21 April 2026 - 20:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keizalineas.web.id | Jayapura-: Upaya Pemerintah Provinsi Papua mewujudkan kemandirian layanan kesehatan memasuki babak baru. Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif yang digagas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura resmi membuka pendaftaran perdana dan langsung diminati para dokter setempat.

Hingga tahap penutupan administrasi, tercatat tujuh dokter telah mendaftar dan siap mengikuti proses seleksi ketat untuk menjadi angkatan pertama spesialis anestesi asli Tanah Papua.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey, menyambut baik animo tersebut. Ia menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara profesional dan transparan guna menjaring putra-putri terbaik daerah.

“Sudah ada tujuh orang yang mendaftar. Nanti mereka akan mengikuti serangkaian tes, mulai dari seleksi administrasi, tes kemampuan akademik, tes kemampuan bahasa Inggris (TOEFL), hingga wawancara,” ujar Andreas Pekey di Jayapura, Senin, 20/4/2026.

Lebih lanjut, Andreas menjelaskan bahwa dari total pendaftar tersebut, pihaknya hanya akan mengambil kuota terbatas untuk tahap awal. Penerimaan mahasiswa spesialis ini akan dilakukan secara bertahap setiap semesternya. “Kemungkinan untuk penerimaan semester ini, kami akan memilih sekitar lima peserta terbaik,” tambahnya .

Program ini merupakan realisasi dari peluncuran Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih (Uncen) yang bermitra dengan RSUD Jayapura. Kehadiran program studi ini menjadi tonggak sejarah penting di sektor kesehatan Papua yang selama ini sangat kekurangan tenaga dokter spesialis, khususnya di bidang anestesi.

Berdasarkan data yang dihimpun, rasio ketersediaan dokter anestesi di wilayah Papua masih sangat timpang dibandingkan jumlah rumah sakit dan kebutuhan tindakan operatif yang tinggi .

Dengan dibukanya program pendidikan berbasis universitas (university-based) di Uncen ini, para dokter umum tidak lagi harus merantau keluar daerah untuk melanjutkan studi profesi.

Andreas Pekey menegaskan bahwa penyelenggaraan PPDS di RSUD Jayapura adalah solusi strategis untuk mengatasi ketimpangan distribusi tenaga medis ahli. Menurutnya, selama ini banyak rumah sakit di kabupaten terpaksa menunda operasi atau merujuk pasien ke luar kota karena ketiadaan dokter anestesi yang bertugas.

“Pendidikan spesialis ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam menyiapkan tenaga dokter spesialis di Papua tanpa harus keluar daerah. Kami ingin para dokter ini nantinya mengabdi dan memperkuat layanan kesehatan di wilayahnya masing-masing,” tegas Andreas.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua menyambut baik inisiatif ini sebagai wujud nyata keberpihakan kepada putra daerah. Dengan sistem rotasi dan ikatan dinas yang tengah dimatangkan bersama pemerintah kabupaten/kota, para lulusan PPDS ini diharapkan dapat langsung mengisi kekosongan posisi dokter spesialis di berbagai RSUD di pelosok Papua.

Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Bumi Cenderawasih, tetapi juga memutus rantai ketergantungan terhadap tenaga medis dari luar daerah. (Calvin).

Berita Terkait

Ngopi Bareng Kapolres, Perkuat Sinergi Kamtibmas dengan Tokoh Masyarakat
Satreskrim Polres Aceh Tengah Tangkap Pelaku Pemerkosaan dan Pelecehan Seksual terhadap Anak di Bawah Umur
Polres Aceh Tengah Pasang Spanduk Larangan PETI, Edukasi Masyarakat di Wilayah Linge
Kawal Lifting Migas Nasional, Polda Sumsel Tekankan Standar Keselamatan dan Lingkungan
Babinsa Koramil 10/Celala Serah Terima Piket, Situasi Tetap Aman dan Kondusif
Polda Sumsel Sambut Tim Puldata Sahli Panglima TNI di Palembang
Babinsa Koramil 03/Pegasing Dampingi Pembersihan Material Longsor Bersama BPBD
Tender Cleaning Service Cifor 2026 Disorot, Dugaan Persaingan Semu Di Balik Gugurnya Puluhan Peserta
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 21:35 WIB

Ngopi Bareng Kapolres, Perkuat Sinergi Kamtibmas dengan Tokoh Masyarakat

Selasa, 21 April 2026 - 20:49 WIB

Satreskrim Polres Aceh Tengah Tangkap Pelaku Pemerkosaan dan Pelecehan Seksual terhadap Anak di Bawah Umur

Selasa, 21 April 2026 - 20:47 WIB

Polres Aceh Tengah Pasang Spanduk Larangan PETI, Edukasi Masyarakat di Wilayah Linge

Selasa, 21 April 2026 - 20:38 WIB

Tujuh Dokter Ramaikan Seleksi Perdana PPDS Anestesi RSUD Jayapura, Papua Cetak Spesialis Sendiri

Selasa, 21 April 2026 - 18:38 WIB

Babinsa Koramil 10/Celala Serah Terima Piket, Situasi Tetap Aman dan Kondusif

Berita Terbaru

Berita TNI Dan Polri

POLRESTA CIREBON SIKAT HABIS DUET PENGEDAR OKA DI SUSUKAN

Selasa, 21 Apr 2026 - 20:50 WIB