Serikat Pekerja Geruduk Balai Kota: Tuntut Upah yang Hilang, Sindir ‘Jakarta Menyala’ Jadi Gelap

- Jurnalis

Kamis, 4 Desember 2025 - 02:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KeizalinNews.web.id, Jakarta

Massa dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menggeruduk Balai Kota DKI Jakarta untuk menuntut kepastian hukum terkait kekurangan upah, Rabu (3/12/2025).

Ketua Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Aneka Industri FSPMI DKI Jakarta, Kardinal, mengatakan aksi ini melibatkan perwakilan karyawan PT Permata Griya Asri dan PT Indomarco Prismatama.

Kardinal menjelaskan bahwa karyawan Indomarco menghadapi masalah kekurangan pembayaran upah sejak tahun 2022, yang hingga kini belum diselesaikan oleh perusahaan.

“Ada selisih yang rata-rata pekerja di Indomarco ini sekitar kekurangan upahnya Rp112.000 per bulan,” ujar Kardinal saat ditemui di lokasi aksi.

Menurut Kardinal, jika diakumulasikan dalam satu tahun, setiap pekerja kehilangan hak normatifnya sekitar Rp1,4 juta akibat kebijakan perusahaan tersebut.

Padahal, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) telah memenangkan gugatan para pekerja terkait selisih upah tersebut. Namun perusahaan berdalih menunggu terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub).

Artinya, kami pengin kepastian, karena bicara masalah kebijakan, pelaksana peraturan adalah pemerintah,” tegasnya.

Selain Indomarco, karyawan PT Permata Griya Asri (PGA) juga menuntut pembayaran kekurangan upah yang kasusnya bahkan sudah diputus inkrah hingga tingkat Mahkamah Agung.

Permasalahan di PT PGA dinilai lebih pelik karena manajemen diduga telah memotong gaji karyawan untuk iuran BPJS namun tidak menyetorkannya.

Kardinal mendesak pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung untuk berani menindak pengusaha yang melanggar hukum.

Sebelum melangkah ke sana, mereka juga berharap Pramono Anung mau membuka pintu audiensi untuk menampung keluhan langsung.

“Kami sudah minta audiensi dengan Dinas Tenaga Kerja, kemudian diminta ke kantor Gubernur, dan itu kayak dipimpong, nggak ada kepastian,” keluh Kardinal.

Ia tak lupa melontarkan satire tajam terkait slogan “Jakarta Menyala” yang diusung oleh pemerintah daerah saat ini, jika nasib buruh tetap diabaikan.

“Yang katanya Jakarta Menyala, ya bagi kami ketika persoalan ini belum selesai, ya Jakarta gelap gulita,” pungkas Kardinal.

Berita Terkait

Pelayanan Terpadu PKH dan Kesehatan, Hadir di Selasa Menyapa Lambitu
Gabungan Sekolah Gugus 3 Belo Selatan Kec Belo Kab Bima Gelar Upacara Peringatan HARDIKNAS 2 Mei 2026
Kasat Narkoba Bulukumba Angkat Bicara Soal Isu “Raja RJ”
Wujud Sinergi Nyata, Dandenpom Lanal Bintan Hadiri Peringatan May Day 2026 di Tanjungpinang
Peringatan May Day di Banda Aceh Berlangsung Tertib, Polda Aceh Bagikan 2,5 Ton Beras
SPPG Yayasan Amanah Cinta Indonesia: Kini Sudah Terpasang Ipal
Kapolres Asahan diduga terima setoran dari bandar judi tembak ikan ikan,Kapolda diminta ambil tindakan tegas
Tingkatkan Kesiapsiagaan, Prajurit Yonif 503 Kostrad Ikuti Sosialisasi Pemadam Kebakaran
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:25 WIB

Pelayanan Terpadu PKH dan Kesehatan, Hadir di Selasa Menyapa Lambitu

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:22 WIB

Kasat Narkoba Bulukumba Angkat Bicara Soal Isu “Raja RJ”

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:54 WIB

Wujud Sinergi Nyata, Dandenpom Lanal Bintan Hadiri Peringatan May Day 2026 di Tanjungpinang

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:02 WIB

Peringatan May Day di Banda Aceh Berlangsung Tertib, Polda Aceh Bagikan 2,5 Ton Beras

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:53 WIB

SPPG Yayasan Amanah Cinta Indonesia: Kini Sudah Terpasang Ipal

Berita Terbaru