Program MBG Yang Di Bagikan Sekolah-Sekolah Di Duga Belum Matang

- Jurnalis

Minggu, 12 April 2026 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KeizLinews.web.id |Lampung Selatan-: Lampung selatan-Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai solusi pemenuhan gizi anak justru menjadi sorotan serius di Desa Kertosari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Lampung Selatan

Alih-alih menyajikan makanan sehat dan layak konsumsi, menu ayam sayur yang didistribusikan oleh SPPG Desa Kertosari diduga tidak memenuhi standar kebersihan. Daging ayam yang dibagikan kepada anak-anak terlihat masih berlumuran darah.

Temuan ini memicu keresahan para orang tua dan penerima manfaat. Mereka menilai proses pengolahan makanan dilakukan secara sembarangan tanpa memperhatikan aspek higienitas dan keamanan pangan.

Keluhan tidak hanya muncul di satu lokasi, tetapi tersebar di berbagai titik penerima MBG, mulai dari tingkat TK, SDN, hingga Posyandu di wilayah Desa Kertosari.

Ini bukan sekadar soal rasa, ini menyangkut kesehatan anak-anak. Bagaimana mungkin makanan seperti ini dibagikan?” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Sorotan kini tertuju pada SPPG Desa Kertosari sebagai pihak penyedia makanan. Namun, publik juga mempertanyakan peran pengawasan dari berbagai pihak terkait.

Di mana peran Satgas MBG, TNI/Polri, Puskesmas, serta tim ahli dari Badan Gizi Nasional (BGN)? Jika pengawasan berjalan optimal, kondisi makanan seperti ini seharusnya tidak lolos distribusi.

Warga menilai kejadian ini menunjukkan lemahnya kontrol dalam pelaksanaan program. Mereka mendesak agar pengawasan dilakukan secara lebih ketat dan berkelanjutan.

Selain itu, masyarakat juga meminta anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan untuk segera turun ke lapangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan kondisi sebenarnya.

“Jangan sampai ada korban baru bertindak. Ini menyangkut kesehatan generasi muda,” tegas warga lainnya.

Program MBG sendiri mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 serta pedoman teknis dari Badan Gizi Nasional yang mengatur standar kebersihan, keamanan, dan kelayakan makanan.

Jika keluhan ini terbukti, maka hal ini menjadi peringatan serius bahwa implementasi program di lapangan masih jauh dari standar yang telah ditetapkan.

sampai berita nasional ini terbit dari pihak MBG belum bisa memberi klarifikasi kebenaran

Berita Terkait

Kepedulian Tanpa Henti, Polsek Silih Nara Atur Lalu Lintas Kawasan Sekolah Demi Keselamatan Pelajar
Antisipasi Lonjakan Wisatawan, Polres Cimahi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas ke Lembang
PGS Danramil 04/PRG Tinjou Lokasi Rencana Pembangunan Jembatan Perintis Hubungkan Dua Desa
Babinsa Rutin Pantau Wilayah Binaan Melalui Kegiatan Komsos 
Kepedulian TNI Diwilayah Bantu Warga Bangun Turap Jalan Desa Dengan Gotong Royong 
Momentum Kelulusan, Polisi Ingatkan Siswa Jaga Keamanan dan Bijak Bermedsos
Polres PALI Resmikan Dapur SPPG 2, Layani 2.647 Penerima Manfaat
Buka Pelaksanaan Asesmen Madrasah Lingkup KKM. Bismark, S.Pd.,M.Pd. Tekankan Kejujuran dan Tanggung Jawab, Harap MIN 1 Bima Tetap Jadi Madrasah Pilihan Bukan Alternatif
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:50 WIB

Kepedulian Tanpa Henti, Polsek Silih Nara Atur Lalu Lintas Kawasan Sekolah Demi Keselamatan Pelajar

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:05 WIB

Antisipasi Lonjakan Wisatawan, Polres Cimahi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas ke Lembang

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:15 WIB

PGS Danramil 04/PRG Tinjou Lokasi Rencana Pembangunan Jembatan Perintis Hubungkan Dua Desa

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:23 WIB

Kepedulian TNI Diwilayah Bantu Warga Bangun Turap Jalan Desa Dengan Gotong Royong 

Selasa, 5 Mei 2026 - 07:45 WIB

Momentum Kelulusan, Polisi Ingatkan Siswa Jaga Keamanan dan Bijak Bermedsos

Berita Terbaru