Sumber Daya Alam Dijarah, Warga Jadi Korban, Pemerintah OKU Timur Hanya Diam

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keizalinews.web.id | Sumatra selatan-: Aktivitas tambang batu split atau batu pecah di Desa Lengot, Desa Tumi Jaya dan Desa Kembang Jayapura, Kecamatan Jayapura, Kabupaten OKU Timur, terus dikeluhkan warga. Hingga saat ini, warga mengaku masih terganggu dengan suara ledakan dinamit dan debu yang ditimbul dari pemecahan batu di kawasan tersebut.

Ironisnya, belum ada upaya penertiban atau solusi nyata dari pihak Pemerintah Kabupaten OKU Timur. Hal ini, membuat salah satu tokoh masyarakat Martapura, Ihsan Efendi, angkat bicara.

Ihsan mengaku, dalam beberapa pekan ini, ia sudah beberapa kali mengecek aktivitas tambang batu pecah di Desa Lengot dan Tumi Jaya.

“Saya sudah beberapa kali masuk dan mengeceknya, ternyata aktivitas pecah batu masih beroperasi, bahkan bertambah marak. Warga juga masih mengeluhkan getaran dari ledakan dinamit yang digunakan untuk memecah batu. Rumah-rumah warga ada yang sudah retak, tapi belum ada upaya penertiban dari pemerintah setempat,” ungkapnya, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, hampir sebagian besar pemilik usaha tambang dan pabrik berasal dari luar daerah OKU Timur.

“Orang dari luar yang mengeruk SDA di OKU Timur, masyarakat jadi korban. Sementara pemerintah kita hanya jadi penonton,” ucapnya cetus.

Dia berharap, semua pihak pemerintah mulai dari OKU Timur, Provinsi Sumsel hingga kementerian serta Aparat Penegak Hukum (APH), dapat bertindak tegas dengan melakukan penertiban atau penutupan terhadap tambang-tambang yang menyalahi aturan.

“Jangan terkesan ada pembiaran, setelah banyak masyarakat yang jadi korban menjerit baru mau bertindak,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten OKU Timur, Feri H mengungkapkan hal yang sama. Ia mengaku tidak bisa berbuat banyak karena tidak memiliki kewenangan baik terhadap AMDAL maupun fungsi pengawasan.

“Kami tidak ada apa-apa, hanya jadi penonton. Semua izin di DLH Provinsi Sumsel. Izin AMDAL juga di DLH provinsi, kami hanya sebatas memeriksa saja dan tidak bisa apa-apa. Fungsi pengawasan juga tidak ada,” ungkapnya mengeluh.

Bahkan, ketika ditanya data mengenai jumlah tambang atau pabrik batu split di kedua desa tersebut, Feri mengaku tidak tahu secara pasti.

“Saya tidak tahu jumlahnya, tapi yang pasti jumlahnya puluhan,” katanya seraya menyarankan untuk mengkonfirmasi ke pihak DLH Provinsi Sumsel. “-(tim)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Safari Subuh “Rabu Berkah”, Kapolsek Kebayakan Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Jauhi Pelanggaran Norma
Babinsa Koramil 04/Bintang Bantu Warga Panen Kopi, Wujud Kepedulian TNI terhadap Ketahanan Pangan
Babinsa Koramil 10/ Celala Gelar Pertemuan Bersama Warga, Bahas Strategi Kemajuan Desa
Cegah Penularan Penyakit, Polres PALI Rutin Lakukan Tes HIV bagi Tahanan
Pemkab PALI Gelar Gerakan Pangan Murah, 1.000 Paket Sembako Disalurkan ke Warga Abab
Program Desa PRIMA Disosialisasikan, Utusan Khusus Presiden Kunjungi Kabupaten PALI
Kapolda Sumsel Pimpin Apel Besar Sabuk Kamtibmas di OKI, Target Zero Karhutla 2026
Antisipasi Kerusakan, Koramil 05/Permata Cek Dengan Teliti Jembatan Bailey 
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 14:52 WIB

Safari Subuh “Rabu Berkah”, Kapolsek Kebayakan Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Jauhi Pelanggaran Norma

Rabu, 22 April 2026 - 13:35 WIB

Sumber Daya Alam Dijarah, Warga Jadi Korban, Pemerintah OKU Timur Hanya Diam

Rabu, 22 April 2026 - 13:29 WIB

Babinsa Koramil 04/Bintang Bantu Warga Panen Kopi, Wujud Kepedulian TNI terhadap Ketahanan Pangan

Rabu, 22 April 2026 - 13:13 WIB

Babinsa Koramil 10/ Celala Gelar Pertemuan Bersama Warga, Bahas Strategi Kemajuan Desa

Rabu, 22 April 2026 - 11:43 WIB

Cegah Penularan Penyakit, Polres PALI Rutin Lakukan Tes HIV bagi Tahanan

Berita Terbaru

Berita TNI Dan Polri

Jaga Fisik Prima, Pangdivif 1 Kostrad Lari 7K Bersama Prajurit

Rabu, 22 Apr 2026 - 15:48 WIB

Berita TNI Dan Polri

Prajurit Yonif 433 Kostrad Borong Prestasi di Mapusa Run 2026 Pinrang

Rabu, 22 Apr 2026 - 15:36 WIB