Sangat Memalukan Sekelas Lembaga BNPB Diduga Upah Mahasiswi Verifikator Rumah Korban Banjir Bandang di Aceh Timur Belum Dibayar Penuh

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur — Sungguh memalukan sekelas lembaga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) adalah sebuah lembaga pemerintah nonkementerian (LPNK) di Indonesia. BNPB berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden,Sejumlah mahasiswi yang terlibat dalam pekerjaan verifikasi data rumah masyarakat terdampak banjir bandang di Aceh Timur mengaku hingga kini belum menerima upah secara penuh. Para mahasiswa tersebut menyebutkan bahwa setelah menyelesaikan pekerjaan selama kurang lebih satu minggu di berbagai desa, pembayaran yang diterima baru sekitar 50 persen, sementara sisanya belum dicairkan.
Para mahasiswa/i ini sebelumnya direkrut untuk membantu proses pendataan dan verifikasi rumah warga korban banjir bandang. Mereka bekerja langsung di lapangan dengan mendatangi rumah-rumah warga guna memastikan keakuratan data sebagai dasar penyaluran bantuan.14 feb 2026.

Salah satu mahasiswi yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan tugas sesuai arahan dan tenggat waktu yang ditentukan. “Kami sudah bekerja maksimal di lapangan. Namun hingga sekarang, upah kami baru dibayar setengah. Sisanya belum ada kejelasan kapan akan dibayarkan,” ujarnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa sisa pembayaran tersebut diduga masih tertahan di pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) wilayah Aceh Timur. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan di kalangan mahasiswa/i, mengingat sebagian dari mereka harus menanggung biaya operasional selama bertugas di lapangan.

Para mahasiswa berharap pihak terkait dapat segera memberikan penjelasan resmi sekaligus menyelesaikan pembayaran upah secara transparan dan tepat waktu. Mereka menilai kejelasan administrasi dan penghargaan atas jerih payah tenaga pendukung sangat penting agar tidak menimbulkan preseden buruk dalam pelibatan mahasiswa pada kegiatan kemanusiaan.

kordinator BNPB yang mewakili Kecamatan Simpang Ulim Munir sudah berkali kali dipertanyakan sudah dan selalu menjawab dalam Dua hari ini disalurkan oleh BNPB di kabupaten Aceh Timur ujarnya melalui pesan Watshapnya, hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak BNPB Aceh Timur terkait alasan belum dicairkannya sisa upah tersebut. Media ini tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab dari pihak terkait sesuai dengan prinsip keberimbangan dan kode etik jurnalistik.(*)

Berita Terkait

Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Berbagi Motivasi dan Edukasi di SMPN 1 Mutiara
Wujud Kepedulian Pascabencana, Polres Pidie Jaya Kawal Peresmian 212 Unit Huntara di Meureudu
Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Laksanakan Trauma Healing bagi Siswa MIN Kuta Batee di Wilkum Polres Pidie Jaya
Jasa Dibayar Penuh Tanpa Potongan, Pelayanan Tak Maksimal Siap Disanksi
Baru Sepekan PHO, Proyek Tebing Penahan Ombak Rp9 Miliar di Bireuen Dilaporkan Miring
Polres Aceh Utara Silahturahmi Dengan Insan Pres Dan Ngopi Bareng Di Ujung Timur
Perkuat Meritokrasi, Polri Konsolidasikan Asesor Assessment Center
Bakti Kesehatan Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS, Hadirkan Layanan Gratis bagi Masyarakat Tangse
Berita ini 154 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 22:35 WIB

Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Berbagi Motivasi dan Edukasi di SMPN 1 Mutiara

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:02 WIB

Wujud Kepedulian Pascabencana, Polres Pidie Jaya Kawal Peresmian 212 Unit Huntara di Meureudu

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:00 WIB

Sangat Memalukan Sekelas Lembaga BNPB Diduga Upah Mahasiswi Verifikator Rumah Korban Banjir Bandang di Aceh Timur Belum Dibayar Penuh

Sabtu, 14 Februari 2026 - 14:18 WIB

Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Laksanakan Trauma Healing bagi Siswa MIN Kuta Batee di Wilkum Polres Pidie Jaya

Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:22 WIB

Jasa Dibayar Penuh Tanpa Potongan, Pelayanan Tak Maksimal Siap Disanksi

Berita Terbaru