Pedagang Kaki Lima di Pasar Tello Keluhkan Penertiban Jelang Ramadan

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 21:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KeizalinNews.Com,Makassar (Sulsel) – Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Tello, Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, menyampaikan kekecewaan atas penertiban lapak yang dilakukan menjelang Bulan Suci Ramadan.Sabtu (14/2/2026)

Penertiban tersebut berlangsung di masa kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Para pedagang menilai kebijakan yang diterapkan kali ini lebih tegas dibandingkan periode sebelumnya.

Ina salah satu pedagang yang telah lama berjualan di kawasan Tello, mengaku terkejut dengan pembongkaran lapak yang menurutnya dilakukan tanpa adanya tenggang waktu yang memadai. Ia menyebut sejumlah lapak di pinggir jalan hingga di atas trotoar turut ditertibkan, termasuk pedagang hewan ternak.

“Barusan na dia jadi pak wali na berantas dipinggir-pinggir jalan, terutama penjual kambing itu diberantas dan diatas trotoar got.”Ujar Ina

Menurut Ina, momen menjelang Ramadan merupakan periode penting bagi para pedagang karena biasanya terjadi peningkatan jumlah pembeli. Ia khawatir penertiban yang dilakukan saat ini akan berdampak pada pendapatan dan kebutuhan keluarganya.

Keluhan serupa disampaikan Muhtar, pedagang lainnya yang terdampak pembongkaran. Ia berharap pemerintah dan wakil rakyat dapat turun langsung melihat kondisi di lapangan.

“Kami sangat terpukul. Sampai sekarang belum ada yang datang meninjau atau mendengarkan keluhan kami,” kata Muhtar

Para pedagang berharap Pemerintah Kota Makassar membuka ruang dialog guna mencari solusi yang tidak merugikan mata pencaharian mereka. Mereka mendukung penataan kota, namun meminta agar proses relokasi atau penertiban dilakukan dengan pendekatan yang lebih persuasif dan memberi waktu penyesuaian.

Hingga berita ini diterbitkan, para pedagang mengaku masih menunggu respons resmi dari Pemerintah Kota Makassar terkait langkah lanjutan atas penertiban tersebut.

Berita Terkait

Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Berbagi Motivasi dan Edukasi di SMPN 1 Mutiara
Wujud Kepedulian Pascabencana, Polres Pidie Jaya Kawal Peresmian 212 Unit Huntara di Meureudu
Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Laksanakan Trauma Healing bagi Siswa MIN Kuta Batee di Wilkum Polres Pidie Jaya
Tiket KA Sindang Marga Masih Tersedia, KAI Divre III Update Penjualan Libur Tahun Baru Imlek 2577 / 2026
Bukan Sekadar Menginap, Intip Serunya Agenda Kuliner Ramadan dan Tradisi Imlek di Oakwood Hotel & Residence Surabaya
Perkuat Meritokrasi, Polri Konsolidasikan Asesor Assessment Center
Bakti Kesehatan Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS, Hadirkan Layanan Gratis bagi Masyarakat Tangse
KAI Logistik Kelola 1,1 Juta Ton Barang di Januari 2026, 47% Di antaranya Non Batu Bara
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 22:35 WIB

Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Berbagi Motivasi dan Edukasi di SMPN 1 Mutiara

Sabtu, 14 Februari 2026 - 21:20 WIB

Pedagang Kaki Lima di Pasar Tello Keluhkan Penertiban Jelang Ramadan

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:02 WIB

Wujud Kepedulian Pascabencana, Polres Pidie Jaya Kawal Peresmian 212 Unit Huntara di Meureudu

Sabtu, 14 Februari 2026 - 14:18 WIB

Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Laksanakan Trauma Healing bagi Siswa MIN Kuta Batee di Wilkum Polres Pidie Jaya

Sabtu, 14 Februari 2026 - 01:44 WIB

Tiket KA Sindang Marga Masih Tersedia, KAI Divre III Update Penjualan Libur Tahun Baru Imlek 2577 / 2026

Berita Terbaru