Baru Sepekan PHO, Proyek Tebing Penahan Ombak Rp9 Miliar di Bireuen Dilaporkan Miring

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bireuen — Proyek pembangunan tebing penahan ombak di Desa Lipah Rayek, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, yang dibiayai melalui APBN dengan nilai anggaran sekitar Rp9 miliar, kini menjadi perhatian publik. Pasalnya, bangunan yang baru sekitar sepekan pasca Provisional Hand Over (PHO) dilaporkan menunjukkan kemiringan pada beberapa bagian struktur.

Pantauan di lapangan pada Sabtu (14/2/2026) memperlihatkan susunan batu penahan ombak tampak tidak lagi presisi dan diduga mengalami pergeseran. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat setempat terkait kualitas dan ketahanan bangunan, mengingat fungsinya yang vital untuk melindungi kawasan pesisir dari abrasi dan gelombang laut.

Dugaan Teknis Jadi Perhatian
Informasi yang diperoleh dari sumber di sekitar lokasi menyebutkan, kemiringan struktur diduga berkaitan dengan aspek teknis pekerjaan, termasuk kemungkinan tidak optimalnya pemasangan geotekstil—lapisan penahan yang berfungsi menjaga stabilitas batu agar tidak mudah bergeser akibat tekanan ombak. Namun demikian, dugaan tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang dan tenaga ahli konstruksi.

Isu Material Ikut Disorot
Selain persoalan teknis, proyek ini juga sebelumnya diwarnai isu penggunaan material batu yang diduga berasal dari sumber galian C yang belum sepenuhnya jelas legalitasnya. Isu ini berkembang di tengah masyarakat, meski hingga kini belum ada pernyataan resmi dari instansi terkait yang memastikan kebenaran informasi tersebut.

Pelaksana dan Pengawasan
Proyek tebing penahan ombak tersebut dikerjakan oleh CV Polygon dengan nomor kontrak PB 02 01 – Bws1,7,2/430, serta berada di bawah pengawasan CV Karia Puga. Fakta bahwa bangunan telah melalui tahap PHO namun dilaporkan menunjukkan kemiringan memunculkan pertanyaan publik terkait proses pengawasan dan pemeriksaan akhir pekerjaan.

Dorongan Audit dan Klarifikasi
Sejumlah warga berharap instansi teknis terkait, termasuk balai dan aparat pengawas internal pemerintah, dapat segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan menyeluruh. Audit teknis dinilai penting guna memastikan apakah bangunan masih sesuai spesifikasi kontrak dan aman bagi masyarakat pesisir.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi bangunan tersebut. Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak terkait, sesuai dengan prinsip keberimbangan dan Kode Etik Jurnalistik.

Proyek yang diharapkan menjadi solusi perlindungan pesisir kini menjadi sorotan, sekaligus pengingat pentingnya kualitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap pembangunan yang menggunakan anggaran negara.(*)

Berita Terkait

Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Berbagi Motivasi dan Edukasi di SMPN 1 Mutiara
Wujud Kepedulian Pascabencana, Polres Pidie Jaya Kawal Peresmian 212 Unit Huntara di Meureudu
Sangat Memalukan Sekelas Lembaga BNPB Diduga Upah Mahasiswi Verifikator Rumah Korban Banjir Bandang di Aceh Timur Belum Dibayar Penuh
Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Laksanakan Trauma Healing bagi Siswa MIN Kuta Batee di Wilkum Polres Pidie Jaya
Jasa Dibayar Penuh Tanpa Potongan, Pelayanan Tak Maksimal Siap Disanksi
Polres Aceh Utara Silahturahmi Dengan Insan Pres Dan Ngopi Bareng Di Ujung Timur
Perkuat Meritokrasi, Polri Konsolidasikan Asesor Assessment Center
Bakti Kesehatan Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS, Hadirkan Layanan Gratis bagi Masyarakat Tangse
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 22:35 WIB

Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Berbagi Motivasi dan Edukasi di SMPN 1 Mutiara

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:02 WIB

Wujud Kepedulian Pascabencana, Polres Pidie Jaya Kawal Peresmian 212 Unit Huntara di Meureudu

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:00 WIB

Sangat Memalukan Sekelas Lembaga BNPB Diduga Upah Mahasiswi Verifikator Rumah Korban Banjir Bandang di Aceh Timur Belum Dibayar Penuh

Sabtu, 14 Februari 2026 - 14:18 WIB

Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Laksanakan Trauma Healing bagi Siswa MIN Kuta Batee di Wilkum Polres Pidie Jaya

Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:22 WIB

Jasa Dibayar Penuh Tanpa Potongan, Pelayanan Tak Maksimal Siap Disanksi

Berita Terbaru