Hardiknas di OKI, Refleksi Spirit Pendidikan untuk Memanusiakan Manusia

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

’OKI – Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini menjadi momentum refleksi bagi dunia pendidikan di Kabupaten Ogan Komering Ilir untuk mengembalikan ruh pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia.

Pembangunan pendidikan tidak semata berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan peradaban bangsa yang bermartabat.

Wakil Bupati Ogan Komering Ilir, Supriyanto, menegaskan pentingnya nilai asah, asih, dan asuh sebagai fondasi utama dalam proses pendidikan saat memimpin upacara peringatan Hardiknas 2026 di halaman Kantor Bupati OKI, Senin (4/5).

Dalam amanat yang dibacakannya, ia menekankan bahwa nilai-nilai pendidikan harus berpijak pada ajaran Ki Hajar Dewantara melalui konsep asah, asih, dan asuh dalam membentuk karakter serta kecerdasan peserta didik.

“Pendidikan harus mampu mengasah intelektual, menumbuhkan kasih sayang, serta mengasuh peserta didik dengan penuh tanggung jawab. Tiga hal ini tidak bisa dipisahkan,” ujar Supriyanto.

Ia juga menyampaikan bahwa pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) yang menjadi prioritas pemerintah diarahkan untuk memperkuat kualitas proses belajar mengajar sejak dari ruang kelas. Dengan pendekatan ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu berpikir kritis dan adaptif.

Selain itu, Supriyanto menyoroti pentingnya peran guru serta lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif. Menurutnya, pendidikan yang berkualitas hanya dapat terwujud melalui keterlibatan semua pihak, mulai dari sekolah, keluarga, hingga masyarakat.

“Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Keluarga dan masyarakat harus menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang saling menguatkan,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa keberhasilan transformasi pendidikan sangat ditentukan oleh pola pikir, mental, dan kejelasan arah. Tanpa itu, kebijakan hanya akan menjadi formalitas semata.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir juga menyalurkan bantuan kepada siswa kurang mampu dari jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan yang inklusif dan merata.

Melalui semangat asah, asih, dan asuh, pemerintah daerah berharap pendidikan di OKI mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia dan berdaya saing.

Berita Terkait

Badan Pengelolaan Keuangan Aset dan Daerah 
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
RSUD Kayuagung Perkuat Pelayanan Humanis Dan Transparan Bagi Pasien
Kepala Sekolah Negeri TK Pembina Kayuagung Memperkenalkan Lagu“Rukun Sama Teman” Kepada Anak Muridnya
PKBM Ummul Qurro Resmi Berubah Nama Menjadi PKBM Darul Mutiin, Dilakukan Sesuai Prosedur Administrasi Juklak Juknis Dinas Pendidikan
Tersangka Kasus Kecelakaan Maut di Pandeglang jadi Staf Ahli Bupati, Forwatu Banten: Batalkan atau Massa yang Batalkan!
Ketua DPC Partai Gerindra  Nanda SH, Potong Hewan Qurban Bersama Masyarakat kabupaten OKI 
MIN 39 Pidie Sembelih 3 Ekor Sapi dibagikan kepada Siswa dan Siswi
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:26 WIB

Badan Pengelolaan Keuangan Aset dan Daerah 

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:23 WIB

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:52 WIB

RSUD Kayuagung Perkuat Pelayanan Humanis Dan Transparan Bagi Pasien

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:24 WIB

Kepala Sekolah Negeri TK Pembina Kayuagung Memperkenalkan Lagu“Rukun Sama Teman” Kepada Anak Muridnya

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:36 WIB

PKBM Ummul Qurro Resmi Berubah Nama Menjadi PKBM Darul Mutiin, Dilakukan Sesuai Prosedur Administrasi Juklak Juknis Dinas Pendidikan

Berita Terbaru