Beasiswa Tugas Belajar S1 BKPSDM Kota Pagar Alam Rp.417 Juta Disorot, Diduga Rawan Penyimpangan dan Minim Transparansi

- Jurnalis

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keizalinnews.Web.Id | Pagar Alam, Sumatera Selatan – Paket swakelola “Belanja Beasiswa Tugas Belajar S1” pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Pagar Alam Tahun Anggaran 2026 mulai menuai sorotan setelah total anggarannya mencapai Rp.417.520.000 yang seluruhnya bersumber dari APBD Pagar Alam.

Program yang dilaksanakan melalui mekanisme Swakelola Tipe 1 tersebut berlangsung selama Januari hingga Desember 2026 dengan volume kegiatan hanya tercatat “1 Paket”.

Dalam dokumen penganggaran, kegiatan hanya dijelaskan secara singkat dengan nomenklatur:

• Beasiswa Tugas Belajar S1;

• Beasiswa Tugas Belajar S1.

Minimnya rincian penerima, perguruan tinggi tujuan, jumlah ASN penerima beasiswa, hingga dasar penetapan nominal anggaran memunculkan pertanyaan serius terkait transparansi dan akuntabilitas program tersebut.

Kejanggalan paling mencolok terlihat pada struktur anggaran, di mana dua alokasi pagu berbeda justru menggunakan kode rekening identik.

Rinciannya:

• Rp245.600.000

• Rp171.920.000

Namun keduanya tercatat menggunakan kode MAK yang sama persis.

Pola seperti ini dinilai rawan memunculkan dugaan:

• duplikasi penganggaran,

• pemecahan anggaran,

• hingga potensi pengaburan realisasi belanja.

Sejumlah pemerhati tata kelola anggaran menilai penggunaan kode rekening identik dengan nominal berbeda wajib dijelaskan secara rinci kepada publik karena berpotensi menjadi celah manipulasi administrasi.

Selain itu, publik juga mempertanyakan:

• siapa penerima beasiswa,

• apakah penerima dipilih secara terbuka,

• apakah sesuai kebutuhan kompetensi daerah,

• serta apakah ada hubungan kedekatan jabatan maupun kepentingan internal birokrasi.

Ketua DPD LSM Rakyat Indonesia Berdaya (LSM-RIB) Sumatera Selatan, Harno Pangestoe, menilai program beasiswa ASN rawan disalahgunakan apabila tidak diawasi secara ketat.

“Program pendidikan ASN memang penting, tetapi jangan sampai beasiswa justru menjadi fasilitas eksklusif untuk kelompok tertentu di birokrasi. APBD bukan alat balas jasa politik maupun fasilitas untuk orang dekat,” tegas Harno.(15/5/2026).

Menurutnya, transparansi penerima dan mekanisme seleksi merupakan hal mutlak agar program pendidikan tidak berubah menjadi celah praktik KKN terselubung.

“Publik harus tahu siapa penerimanya, kuliah di mana, jurusannya apa, serta apa kontribusinya nanti untuk daerah. Kalau semua tertutup, masyarakat berhak curiga,” katanya.

Ia juga menyoroti potensi ketidaksesuaian antara program studi penerima beasiswa dengan kebutuhan riil pemerintahan daerah.

“Jangan sampai daerah membiayai kuliah ASN tetapi tidak ada relevansi dengan peningkatan pelayanan publik. Ini uang rakyat, jadi manfaatnya harus jelas,” ujarnya.

Harno bahkan menilai pola penganggaran dengan kode rekening identik tersebut harus menjadi perhatian aparat pengawasan internal maupun auditor negara.

“Kalau ada dua anggaran berbeda memakai kode yang sama persis, itu harus diperiksa. Jangan sampai ada permainan administrasi atau duplikasi pembiayaan yang akhirnya merugikan keuangan daerah,” katanya.

Ia mendesak Inspektorat Daerah Kota Pagar Alam dan Badan Pemeriksa Keuangan melakukan audit menyeluruh terhadap:

• mekanisme penetapan penerima,

• dasar penganggaran,

• realisasi pembayaran,

• hingga pertanggungjawaban program pendidikan tersebut.

Menurutnya, program beasiswa ASN sering kali terlihat baik di atas kertas, tetapi rawan menjadi ladang penyimpangan apabila pengawasannya lemah.

“Biasanya masalah muncul pada penerima yang tidak tepat sasaran, kuliah formalitas, hingga pembiayaan yang tidak sesuai output. Kalau pengawasan lemah, program pendidikan bisa berubah menjadi bancakan anggaran terselubung,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh penggunaan APBD harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada masyarakat.

“Jangan sampai rakyat hanya melihat angka ratusan juta keluar dari APBD, tetapi tidak pernah tahu siapa penerimanya dan apa hasil nyatanya untuk daerah,” pungkasnya.( Tim )

Berita Terkait

Badan Pengelolaan Keuangan Aset dan Daerah 
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
RSUD Kayuagung Perkuat Pelayanan Humanis Dan Transparan Bagi Pasien
Siap Berlaga di MTQ NTB, Bupati Bima Lepas 85 Kafilah ‎ ‎
Kepala Sekolah Negeri TK Pembina Kayuagung Memperkenalkan Lagu“Rukun Sama Teman” Kepada Anak Muridnya
PKBM Ummul Qurro Resmi Berubah Nama Menjadi PKBM Darul Mutiin, Dilakukan Sesuai Prosedur Administrasi Juklak Juknis Dinas Pendidikan
Tersangka Kasus Kecelakaan Maut di Pandeglang jadi Staf Ahli Bupati, Forwatu Banten: Batalkan atau Massa yang Batalkan!
Forwatu Banten Soroti Persoalan di PT Sinar Texindo Utama, Layangkan Surat Somasi dan Klarifikasi terkait Dugaan Izin Amdal dan Penguasaan Lahan Jalan Warga Babakan Jaya
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:26 WIB

Badan Pengelolaan Keuangan Aset dan Daerah 

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:23 WIB

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:52 WIB

RSUD Kayuagung Perkuat Pelayanan Humanis Dan Transparan Bagi Pasien

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:00 WIB

Siap Berlaga di MTQ NTB, Bupati Bima Lepas 85 Kafilah ‎ ‎

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:24 WIB

Kepala Sekolah Negeri TK Pembina Kayuagung Memperkenalkan Lagu“Rukun Sama Teman” Kepada Anak Muridnya

Berita Terbaru

Uncategorized

Babinsa Komsos Dengan Masyarakat, Perkuat Kemanunggalan TNI 

Selasa, 9 Jun 2026 - 14:23 WIB