Keizalinnews.web.id|Aceh Tengah-:Aceh Tengah – Dalam rangka menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap nilai-nilai sejarah daerah, Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 0106/Aceh Tengah memimpin langsung apel pagi sebelum melaksanakan kegiatan pembersihan makam Datu Merah di Kampung Muge, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Senin (4/11/2025).
Apel tersebut diikuti oleh seluruh personel Satgas TMMD, anggota Koramil setempat, perangkat desa, serta masyarakat sekitar yang turut ambil bagian dalam kegiatan gotong royong membersihkan area makam yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi masyarakat Gayo.
Dalam arahannya, Dansatgas TMMD Letkol Inf.Raden Herman Sasmita,menyampaikan bahwa kegiatan pembersihan makam ini bukan hanya bagian dari program fisik TMMD, tetapi juga wujud penghormatan terhadap para leluhur dan tokoh sejarah yang berjasa bagi daerah Aceh Tengah.
Kami ingin mengajarkan kepada masyarakat dan generasi muda bahwa semangat membangun tidak hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya serta sejarah lokal,” ujar Dansatgas di sela kegiatan.
Kegiatan pembersihan dilakukan secara bergotong royong, melibatkan TNI, aparat desa, pemuda, dan warga sekitar.
Mereka membersihkan area sekitar makam, memangkas rumput, memperbaiki pagar, serta menata jalur akses menuju lokasi makam agar lebih rapi dan mudah dikunjungi.
Kepala Kampung Muge juga menyampaikan ucapan apresiasinya atas perhatian Satgas TMMD terhadap peninggalan sejarah di wilayahnya.
Kami berterima kasih kepada TNI yang telah melibatkan masyarakat dalam kegiatan seperti ini. Makam Datu Merah adalah situs bersejarah bagi kami, dan kini terlihat jauh lebih bersih dan tertata,” ujarnya.
Selain mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan non-fisik TMMD ke-126 yang digelar di wilayah Kodim 0106/Aceh Tengah.
Program tersebut bertujuan memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan pelestarian lingkungan serta budaya lokal.
Dengan selesainya kegiatan pembersihan makam Datu Merah, diharapkan situs sejarah ini dapat terus dijaga dan menjadi salah satu destinasi ziarah serta edukasi sejarah bagi masyarakat Takengon dan sekitarnya.
( Editor : Mhd Sabri Keizalinnews.)








